Cyber Security

Cyber Security
Teknologi dan Informatika

Seorang profesional keamanan siber butuh kombinasi kemampuan teknis (jaringan, sistem operasi, bahasa pemrograman, kriptografi, ethical hacking) dan kemampuan non-teknis (critical thinking, pemecahan masalah, analisis, komunikasi, perhatian detail, kemauan belajar) untuk melindungi sistem dari ancaman siber, serta memahami prinsip CIA Triad (Kerahasiaan, Integritas, Ketersediaan)

Durasi: 20X Pertemuan @120 Menit

Jadwal: Senin s.d Jum'at (Fleksibel)

Fasilitas:

  • Sertifikat Pelatihan
  • Modul Pembelajaran
  • Latihan Soal Up to Date
  • Ruang Workshop AC
  • Ruang Teori AC
  • Perpustakaan / Pojok Baca AC

Harga: Rp 3.500.000

Junaidi, S.Kom

Junaidi, S.Kom

~

Tujuan Program

  • 1. Melindungi Aset Digital dan Data Sensitif
  • Tujuan paling utama adalah mencegah pelanggaran data (data breach) dan pencurian identitas dengan melindungi informasi sensitif dari peretas, ransomware, dan ancaman siber lainnya.
  • Perlindungan CIA Triad: Memastikan Confidentiality (Kerahasiaan), Integrity (Integritas), dan Availability (Ketersediaan) data.
  • 2. Membangun Ketahanan Bisnis (Business Continuity)
  • Program ini bertujuan untuk memastikan kelangsungan operasional perusahaan. Dengan staf yang kompeten, dampak serangan siber dapat diminimalisir, sehingga operasional, reputasi, dan keuangan perusahaan tetap terjaga.
  • 3. Memenuhi Kepatuhan Hukum dan Regulasi
  • Pelatihan dan kompetensi siber membantu perusahaan mematuhi regulasi pemerintah, seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan standar internasional seperti ISO 27001.
  • 4. Meningkatkan Keterampilan Teknis dan Manajemen Risiko
  • Program pelatihan membekali peserta dengan keahlian khusus, seperti:
  • Penetration Testing: Menguji kerentanan sistem.
  • Incident Response: Merespons dan mengatasi ancaman dengan cepat.
  • Keamanan Jaringan & Cloud: Mengelola infrastruktur IT yang aman.
  • 5. Membentuk Budaya Keamanan (Security Culture)
  • Tujuan program ini adalah menciptakan kesadaran (awareness) di tingkat karyawan untuk mengurangi risiko human error, seperti menjadi korban phishing atau mengklik tautan berbahaya.
  • 6. Standarisasi Profesi dan Kualitas SDM
  • Program kompetensi (seperti BNSP di Indonesia) bertujuan sebagai acuan dalam rekrutmen, penilaian unjuk kerja, dan penyusunan uraian jabatan, sehingga tenaga kerja memiliki kualitas yang sesuai standar industri.

Kompetensi yang Diperoleh

  • Keterampilan Teknis (Hard Skills)
  • Pengetahuan Jaringan & Sistem Operasi: Memahami TCP/IP, firewall, router, serta OS (Windows, Linux, macOS).
  • Ethical Hacking & Uji Penetrasi: Mampu berpikir seperti peretas untuk menemukan kelemahan sistem.
  • Kriptografi: Mengenkripsi data agar aman saat transit atau disimpan.
  • Analisis Keamanan: Menganalisis data untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
  • Pemrograman: Menguasai bahasa pemrograman untuk memahami dan membangun solusi keamanan.
  • Keamanan Cloud & Blockchain: Memahami keamanan di platform cloud (AWS, Azure) dan teknologi blockchain.
  • Forensik Siber: Menganalisis insiden keamanan digital.
  • Keterampilan Non-Teknis (Soft Skills)
  • Pemecahan Masalah & Berpikir Kritis: Menganalisis masalah kompleks dan menemukan solusi cepat.
  • Komunikasi: Menjelaskan isu teknis kepada non-teknis dan berkolaborasi tim.
  • Atensi pada Detail: Waspada terhadap detail kecil untuk deteksi dini kerentanan.
  • Pembelajaran Berkelanjutan: Terus meng-update pengetahuan karena ancaman terus berubah.
  • Manajemen Risiko: Menilai dan mengurangi ancaman terhadap sistem.